Apa saja bahan-bahan penting untuk membuat Kecap Manis?

Kecap manis yang terbuat dari kacang kedelai hitam dan gula, gula merah atau gula aren merupakan produk kuliner asli Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. Namun, untuk membuat kecap manis di Indonesia, diperlukan beberapa rempah-rempah dan bahan makanan pilihan yang didatangkan dari berbagai negara. Berikut adalah bahan-bahan tersebut:

Kacang Kedelai

Dibutuhkan kacang kedelai berkualitas tinggi untuk dapat membuat kecap manis yang disukai banyak orang. Namun, produksi kacang kedelai di Indonesia masih rendah dan hanya bisa memenuhi 20% dari kebutuhan domestik. Oleh karenanya, kita masih mengimpor kacang kedelai dari negara-negara berikut:

Amerika Serikat
2,2 juta ton / tahun

Kanada
200 ribu ton / tahun

Malaysia
6 ribu ton / tahun

Indonesia

(Sumber: UN Comtrade, 2020)

Garam

Dalam membuat kecap manis, garam sangat dibutuhkan untuk proses fermentasi kacang kedelai. Garam juga ditambahkan pada proses akhir untuk keseimbangan rasa kecap. Nah, meskipun Indonesia telah memproduksi garam yang tinggi, kebutuhan nasional jauh lebih banyak sehingga dibutuhkan pasokan garam dari negara lain untuk memenuhinya:

Australia
2,2 juta ton / tahun

India
300 ribu ton / tahun

Selandia Baru
4 ribu ton / tahun

Indonesia

(Sumber: UN Comtrade, 2020)

Gula

Pastinya gula adalah salah satu komponen paling penting dalam membuat kecap manis, dong. Tapi tahu, nggak, produksi gula Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan Indonesia. Selain itu, harga gula di Indonesia jauh lebih mahal dari harga global. Karena itu, industri makanan dan minuman masih mengimpor gula rafinasi. Ini dia beberapa negara pemasok gula ke Indonesia:

Thailand
2 juta ton / tahun

Brazil
1,5 juta ton / tahun

Australia
1,2 juta ton / tahun

Indonesia

(Sumber: UN Comtrade, 2020)

Bagaimana proses di balik pembuatan Kecap Manis?

Untuk membuat produk kecap manis yang kita cintai, ternyata membutuhkan sebuah rantai nilai global, yakni adanya kerjasama antara beberapa negara untuk menjadi penyedia bahan baku, produk antara dan barang jadi.

Berikut adalah proses
untuk mengimpor kedelai:

*) klik gambar untuk zoom

Inilah 3 Negara Tujuan Ekspor Kecap Manis Terbanyak dari Indonesia!

Apa saja yang penting untuk diterapkan?

Nah, itu tadi kisah global di balik pembuatan produk makanan Indonesia yang patut untuk kita banggakan. Ternyata, untuk membuat produk-produk tersebut dalam jumlah besar agar bisa dinikmati khalayak luas hingga ke seluruh dunia, dibutuhkan kerjasama ekonomi yang terjalin dengan berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan industri olahan produk makanan Indonesia. Untuk menciptakan produk-produk Indonesia yang kita cintai tersebut, ada beberapa prinsip ekonomi yang harus dijalankan yaitu:

1. Pasar Terbuka

Pasar terbuka adalah suatu sistem ekonomi yang ditandai oleh tidak adanya atau minimnya hambatan seperti tarif, kebijakan non-tarif, pajak, subsidi, birokrasi dan perizinan, atau intervensi pemerintah dalam perekonomian. Dalam pasar terbuka, individu dan pelaku usaha bebas bertukar barang dan jasa dengan sukarela dan berkompetisi dengan satu sama lain tanpa hambatan regulasi.

Pasar terbuka membawa akses pasar yang lebih luas dan mudah bagi para pelaku usaha sehingga bisa mendorong aktivitas ekonomi. Negara dengan pasar yang lebih terbuka menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan penurunan tingkat kemiskinan.

2. Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas adalah kebijakan perdagangan yang tidak menghambat impor atau ekspor dengan kebijakan tarif, non-tarif, atau subsidi. Perdagangan bebas tidak mendiskriminasi apakah suatu barang berasal dari impor atau produksi domestik. Perdagangan bebas bisa mendorong terciptanya spesialisasi negara, menekan harga dan meningkatkan efisiensi produksi. Perdagangan bebas adalah salah satu dimensi penting pasar terbuka.

3. Rantai Nilai Global

Rantai nilai global atau global value chain berarti beberapa produsen dan industri yang ada di berbagai negara ikut berperan dalam proses produksi suatu barang, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan produk antara, hingga pemrosesan produk akhir. Simak ilustrasi berikut:

Terjadinya hal ini didukung oleh pasar terbuka dan perdagangan bebas yang memfasilitasi akses perusahaan ke bahan baku dan teknologi. Dengan rantai nilai global, proses produksi menjadi lebih efisien dan murah. Agar produk buatan Indonesia bisa semakin berkembang, mencapai kualitas tinggi dan diekspor secara jumlah besar ke negara-negara lain, kita perlu lebih terintegrasi ke dalam rantai nilai global melalui perdagangan internasional. Dengan begitu, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia dapat semakin membawa manfaat terhadap ekonomi indonesia, memperluas lapangan kerja, dan juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

FUN FACT

KECAP MANIS

Kecap manis Indonesia seringkali disebut sebagai “sweet soy sauce” atau “Indonesian sweetened aromatic soy sauce” di dunia internasional.

1

Kecap ditengarai masuk ke Nusantara lebih dari tiga ribu tahun yang lalu. Menurut buku “Kecap Manis: Pusaka Kuliner Nusantara” oleh Bondan Winarno, pendatang asal Tiongkok memperkenalkan kecap dan kedelai dari negerinya.

2

Kecap manis yang kita kenal sekarang merupakan penyesuaian rasa dari kecap asin yang dibawa pedagang Tiongkok ke Nusantara. Masyarakat Indonesia lebih menyukai rasa manis, maka ditambahkan gula merah ke dalam kecap sehingga lebih manis dan kental.

3

Nama kecap berasal dari Bahasa Cina untuk saus yang disebut koe chiap.

4

Pemilihan kedelai sangat mempengaruhi rasa kecap, lho. Di Indonesia, kecap manis kebanyakan menggunakan kedelai hitam alih-alih kedelai kuning, agar rasa yang dihasilkan lebih pekat dan gurih.

5

Kecap manis memiliki kandungan asam amino dari hasil fermentasi yang baik untuk tubuh, khususnya untuk kesehatan pencernaan.

6

Tiap daerah di Indonesia memiliki cita rasa kecap manis yang berbeda. Hal ini karena komposisi, jenis bahan dan gula yang digunakan di setiap daerah juga memiliki karakteristik masing-masing.

7

Yuk, cari tahu sejauh mana pengetahuanmu tentang perdagangan global!

QUESTIONS 1 OF 5

Apa itu rantai nilai global?

QUESTIONS 2 OF 5

Sistem perdagangan apa yang sebaiknya diterapkan untuk memperkuat rantai nilai global?

QUESTIONS 3 OF 5

Apa tujuan dari perdagangan internasional?

QUESTIONS 4 OF 5

Apa dampak pasar yang lebih terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara?

QUESTIONS 5 OF 5

Apa yang harus dilakukan agar produk-produk Indonesia bisa semakin berkembang dan diekspor ke banyak negara?

Di Balik Bungkus

Seberapa jauh pengetahuanmu tentang perdagangan global?
Ini skor quiz-ku:

Berani cek skor-mu?
Yuk, ikutan dan share hasilnya!

Slide 3
© 2022 Center for Indonesian Policy Studies. Web Design oleh: Codenesia     Ilustrasi produk oleh Tommy Chandra